Feature Human Interest Pilkada

TUGAS 2: Feature Human Interest tentang Pilkada DKI Jakarta

 

Menghapus ‘Kotak-kotak’ Jakarta

 

                ‘Kotak-kotak’ mungkin sudah menjadi jargon bagi warga Jakarta. Tokoh utama dari ‘kotak-kotak’ ini tentu sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta, bahkan masyarakat Indonesia. Ya, Joko Widodo atau biasa disapa dengan Jokowi. Beliau adalah calon gubernur DKI Jakarta. Bersama Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon wakil gubernur, Jokowi sempat menjadi pemenang dalam pilkada gubernur DKI Jakarta putaran pertama. Hal ini tentu mengagetkan siapa saja yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat atau sekadar mengamati proses pemilihan tersebut. Fakta yang lebih mengejutkan adalah selisih suara yang sangat besar dengan saingan utamanya yaitu gubernur ibukota Republik Indonesia saat ini, Fauzi Bowo.

Langkah fenomenal Jokowi untuk menjadi gubernur DKI memang penuh keberanian dan semangat. Keberhasilan Jokowi sebagai walikota Solo untuk dua kali masa bhakti 2005-2015 bisa menjadi gambaran betapa rindunya masyarakat Jakarta akan sosok pemimpin seperti ini. Jokowi juga merupakan walikota Solo yang pertama kali mendukung Kiat eSeMKa menjadi mobil dinas. Selain keberhasilan sebagai walikota Solo, trendsetter kotak-kotak ini juga  pernah terpilih sebagai 10 Tokoh Nasional 2008, serta meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama memimpin kota Solo.

Orang-orang daerah yang datang ke Jakarta, bahkan sebagian warga Jakarta sendiri pasti pernah kaget melihat gaya hidup kota Metropolitan. Mendengar nama Jakarta seakan-akan dapat menciutkan nyali seketika bagi yang baru pertama kali menjejakkan kaki di tanah Jakarta. Mungkin karena canggung dan takut, lalu pendatang akan bertingkah seperti orang kebingungan dan tidak tahu arah. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Jokowi. Justru jiwa pengabdiannya tertantang untuk menghapus stigma DKI Jakarta yang menakutkan bagi orang daerah.

Jokowi bukan tipe pemimpin yang minta diistimewakan. Justru Jokowilah yang berkonsep untuk ‘melayani masyarakat’. Beruntunglah bagi masyarakat yang memiliki sosok pemimpin semacam beliau. Sosok tersebut sangat langka, terutama di era yang sudah diracuni oleh kekuasaan ini. Tantangan bagi Jokowi adalah bukan lagi membangun fasilitas kenyamanan bagi kalangan atas yang sudah melampaui batas normal, namun sebaliknya memperhatikan lingkungan kota yang lebih manusiawi bagi semua kelas sosial warga. Sehingga tak ada lagi peng’kotak-kotak’an Jakarta. Tak ada perbedaan kasta antara Saya dan Anda, Anda dan Dia, Pendatang dan Warga Asli. Yang ada hanya kita bersama. Daerah Khusus Ibukota Jakarta! Seandainya Jokowi bisa menang… Lagi…

J J J

Advertisements

One thought on “Feature Human Interest Pilkada

  1. Gubernur baru sudah diambil sumpanya. Menang-kalah tak perlu lagi jadi masalah.
    Selamat buat pemimpin yang baru, semoga mandat pilihan rakyat mampu dijalanan dengan teguh dan janji-janjinya terealisasi.
    Hidup Rakyat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s