Ibukota Tak Henti Melahirkan Harapan

Feature Human Interest

Meskipun bukan merupakan kota pelajar, Jakarta masih menjadi nominasi favorit calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya. Bukan hanya warga Jakarta, warga daerah juga berbondong-bondong untuk menggapai cita-citanya di kota metropolitan ini. Hal ini menyebabkan Jakarta menjadi salah satu kota yang paling diminati untuk dikunjungi orang dari berbagai daerah. Satu yang kita lupakan. Bahwa Jakarta tidaklah bertambah luas dengan kehadiran ‘pendatang’ ini. Padatnya kota Jakarta saat ini masih menjadi bahan hangat untuk diperbincangkan.

“Saya memilih kuliah di Untar Jakarta karena memang di daerah saya nggak ada fakultas ilmu komunikasi yang bagus. Kalaupun ada biasanya di Universitas Negeri, kayak Universitas Sriwijaya dan itu juga jauh dari rumah saya di Lubuklinggau,” jawab Giovani Untari saat ditanya mengapa ia memilih untuk kuliah di Universitas Tarumanagara (Untar). “Jadi waktu itu saya ikut tes JPP Untar dan diterima. Daripada ribet tes-tes yang lain, jadi saya memilih Untar,” lanjut Vani. Giovani Untari (20) adalah salah satu mahasiswa dari daerah Lubuklinggau, Palembang, yang saat ini kuliah di Untar. Vani mengaku selain kurangnya fakultas ilmu komunikasi, ia juga memilih kuliah di Jakarta agar lebih memudahkan untuk memperoleh pekerjaan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Untar dari daerah Kebumen, Intan Permatasari (20) memiliki alasan lain. Intan memilih kuliah di Jakarta, karena memang kakaknya sekarang berdomisili di Jakarta. Dari awal, Intan memang sudah sangat ingin melanjutkan studi di Jakarta. Sebelum masuk Untar, Intan sudah diterima di FISIP Universitas Indonesia (UI). “Jadi waktu itu saya nggak jadi masuk UI karena saya juga diterima di Untar. Karena lebih deket sama rumah koko dan di Untar banyak orang chinese, jadi saya disarankan untuk masuk Untar saja”, tutur Intan.

Agisti Kusuma (18), siswi yang saat ini duduk di kelas XII SMA Negeri 2 Kebumen mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan kota Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Hal ini dikarenakan Agisti ingin sekali masuk ke Akademi Terapi Wicara. Sedangkan, Akademi Terapi Wicara itu hanya ada di dua kota di Indonesia, yaitu Jakarta dan Solo. “Kemungkinan besar sih saya mau di Jakarta aja,” jawab Agisti saat ditanya ia akan memilih kota mana.

Sedangkan Elinda (22) warga asli Bangka Belitung, yang sudah lebih dulu menyelesaikan Strata 1 di Trisakti School of Management Jakarta mengatakan hal berbeda. “Niat saya untuk kuliah dan kerja di Jakarta memang sangat didukung oleh keluarga sampai saat ini. Tapi setelah saya masuk ke dunia kerja, saya mulai merasakan kerasnya kota Jakarta. Macet… Padahal kalo di daerah kan nggak ada macet. Nggak ada banjir. Itu aja sih yang jadi pertimbangan apabila saya disuruh untuk mengulang masa lalu,” kata Elinda yang saat ini bekerja di Wisma Mulia.

Ketika ditanya mengenai suka duka kuliah di Jakarta, semua memiliki satu duka yang sama yaitu “kangen orang tua, kangen keluarga, kangen rumah dan segala fasilitasnya” di daerah masing-masing. Dan juga satu ‘suka’ yang sama yakni pasti akan lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan. Sementara Vani menegaskan, “saya suka tinggal di Jakarta karena memudahkan saya untuk bertemu dengan idola-idola saya. Kan kalo konser pasti di ibukota dong, gak mungkin di kampung, apalagi kampung saya. He… He… He…”

Setiap tahunnya ada ribuan orang mendatangi kota Jakarta. Sedangkan masyarakat kota Jakarta sendiri tidak pernah pindah kemanapun. Pertanyaannya, sampai kapan Jakarta kuat untuk menampung kita semua? Harus sampai kapan kita menumpang di Jakarta? Apa kabar kampung halaman kita disana? Jakarta semakin padat. Bangunan semakin rapat. Cita-cita semakin berat. Tak ada jarak untuk berharap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s